Oplus_131072
TANGERANG, BANTENTREN.COM– Lingkungan pendidikan keagamaan di Kota Tangerang tengah menjadi sorotan menyusul mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan AS, Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah I dan II. AS diduga melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah santri laki-laki di bawah naungannya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun melalui pendampingan hukum LBH YNN Lawfirm, kasus ini terungkap setelah dua korban, MF dan MA, berani melaporkan trauma yang mereka alami. Modus operandi yang dilakukan terduga pelaku disinyalir bermula dari permintaan pijat yang kemudian berlanjut pada tindakan pencabulan hingga sodomi.
Respons Cepat dan Investigasi Gabungan
Menanggapi laporan serius tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Agama (Kemenag), Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) telah terjun langsung ke lokasi pesantren untuk melakukan investigasi mendalam serta koordinasi lapangan guna memastikan perlindungan bagi para korban.
Pihak pengelola pesantren menyatakan sikap kooperatif terhadap proses hukum yang tengah berjalan. Muhammad Nawawi, salah satu pengasuh pesantren, mengonfirmasi kehadiran tim investigasi tersebut dan menyambut baik langkah-langkah otoritas terkait.
”Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada perwakilan Kementerian Agama, UPT PPA, dan LPAI atas peran aktif serta pendampingan yang diberikan. Kami berkomitmen untuk bersikap terbuka dan kooperatif dalam menghadapi situasi ini,” ujar Nawawi dalam keterangan resminya.
Desakan Tindakan Tegas
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pengamat pendidikan agama, Bayu Prasetio. Ia menilai tindakan oknum pimpinan tersebut telah mencederai marwah institusi pendidikan keagamaan secara fatal.
”Tindakan ini sangat kontradiktif dengan nilai-nilai yang seharusnya diajarkan oleh seorang pemuka agama. Saya mendesak Kementerian Agama untuk mengambil langkah tegas, termasuk opsi penutupan aktivitas belajar di Ponpes PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang dan demi keamanan para santri,” tegas Bayu.



