Rp10,4 Miliar Terserap: Prioritas & Outsourcing Dinas Pendidikan Kota Tangerang Disorot
KOTA TANGERANG, bantentren.com — Belum berakhir delapan bulan di Tahun Anggaran 2026, Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah merealisasikan pengadaan barang dan jasa senilai lebih dari Rp10,4 miliar. Laju penyerapan yang dinilai sangat cepat itu didominasi belanja jasa dan operasional. Ketiadaan rincian alokasi per sekolah mendorong pemerhati kebijakan anggaran meminta keterbukaan informasi publik, terutama daftar sekolah mana saja yang masih menggunakan tenaga kerja sistem jasa outsourcing.
Penyerapan anggaran tersebut menonjolkan porsi jasa outsourcing yang mencapai sekitar 80% dari total nilai belanja. Dua perusahaan tercatat mendominasi kontrak: PT IMPALA AKBARINDO senilai Rp3,75 miliar dan PT RANGER GARDA UTAMA senilai Rp4,58 miliar. Bahkan satu paket pengadaan jasa keamanan untuk satuan pendidikan dasar saja menyentuh angka Rp3,76 miliar.
“Belum akhir tahun, Rp10,4 miliar sudah diserap. Apakah benar-benar mendesak, atau didorong target penyerapan semata? Anggaran pendidikan seharusnya untuk peningkatan kualitas belajar, bukan sekadar disalurkan secepat mungkin,” ujar Bayu, pemerhati kebijakan anggaran, Selasa (14/8).
Data Lengkap Belum Terbuka
Yang menjadi sorotan utama adalah ketiadaan rincian data yang mendasar: berapa jumlah sekolah yang tercakup, berapa tenaga yang ditempatkan di setiap satuan pendidikan, berapa upah per orang, serta berapa lama masa berlaku kontrak. Tanpa data itu, angka miliaran rupiah tidak dapat diverifikasi kebenaran dan kewajarannya.
“Apakah setiap sekolah mendapat perlakuan yang sama? Atau ada yang berlebih sementara yang lain justru kekurangan? Dinas Pendidikan Kota Tangerang wajib membuka informasi publik secara transparan, termasuk daftar sekolah mana saja yang masih menampung pekerjaan jasa outsourcing ini,” tegas Bayu.
Pola pemenang yang berulang juga dipertanyakan. Sejumlah paket besar terus dimenangi oleh pihak yang sama, padahal sistem E-Katalog dirancang untuk membuka persaingan seluas-luasnya. Pola ini patut dijelaskan secara terbuka agar masyarakat yakin harga yang disepakati benar-benar paling kompetitif.
Selain jasa outsourcing, muncul pula daftar pengadaan langsung tenaga ahli tanpa seleksi terbuka yang nilainya tidak kecil:
- Konselor: Nadya Ramdhania, Bunga Amanda, Naila Khansa Maulidia — masing-masing Rp43.920.000
- Programmer: Alif Esa Virgyansyah (2 posisi) — total Rp143.220.000
- Psikolog Klinis: Diah Permata — Rp60.000.000
- IT Support: Muhamad Unsurna, Arya Pandu Dwinata, Achmad Fahim, Fadli Surya Graha — masing-masing Rp50.760.000
- Total: Rp487.920.000
“Pengadaan Langsung hanya boleh untuk keadaan mendesak. Posisi seperti konselor, psikolog, programmer, dan IT support dapat diisi oleh banyak tenaga profesional. Tanpa seleksi terbuka, tidak ada jaminan yang ditunjuk paling kompeten dan paling efisien biayanya,” kritik Bayu.
Paket Bernilai Besar Lainnya
Belanja barang dan jasa bernilai besar lainnya antara lain:
- Layanan Internet: Solusi Trimegah Persada — Rp351.181.800
- Sewa Kendaraan Dinas: Go Rental — Rp297.369.000
- Tinta & Toner: Citra Handal Inti Group — Rp197.108.250
- Alat Tulis Kantor: Jagalinggang Sakti — Rp102.283.836
- Hadiah Medali & Piala: Barokah Agung Jaya — Rp101.000.000
- Total: Rp1,05 Miliar
“Rp351 juta untuk internet, Rp297 juta untuk sewa kendaraan — berapa titik yang dilayani, berapa unit kendaraan, jenis apa, dan digunakan untuk siapa? Tanpa rincian teknis yang jelas, angka-angka ini sulit dinilai kewajarannya,” tambahnya.
Desakan Transparansi
Bayu menegaskan, anggaran pendidikan adalah uang rakyat yang ditujukan untuk masa depan anak-anak Kota Tangerang. Setiap rupiah wajib dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Tanpa transparansi, kepercayaan publik akan sulit tumbuh — dan yang paling dirugikan pada akhirnya adalah peserta didik,” tutup Bayu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun penjelasan dari pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang terkait sorotan dan desakan keterbukan informasi publik.
Red