Hampir 500 Juta Anggaran Mamin BPBD Kota Tangerang, Petugas Damkar Mengaku Jarang Terima.
Tangerang, BANTENTREN.COM — Pengelolaan anggaran makan dan minum (mamin) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menuai sorotan. Berdasarkan penelusuran data transaksi resmi pada sistem pengadaan elektronik nasional, ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara alokasi anggaran yang terekam dengan kondisi riil yang diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) saat bertugas di lapangan.
Data transaksi resmi nasional yang dilengkapi nomor kontrak, nama penyedia, serta status serah terima mencatat total belanja mamin BPBD Kota Tangerang sebanyak 31 paket. Hingga akhir Agustus 2026, nilai transaksi untuk status berjalan dan selesai telah mencapai Rp458.581.729.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengklaim bahwa anggaran tersebut memang dialokasikan untuk operasional penanganan bencana di lapangan sejak awal tahun, seperti musibah banjir maupun kebakaran.
”Untuk giat mamin yang tertera di RUP sebagian besar merupakan mamin lapangan yang diberikan kepada anggota jika ada kejadian,” ujar Mahdiar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (4/8/2026). Ia menambahkan bahwa dari total pagu Rp453.125.000, realisasinya saat itu tercatat sebesar Rp369.969.000.
Namun, klaim pejabat tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan para petugas Damkar di lapangan. Seorang petugas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka jarang menerima fasilitas konsumsi saat menjalankan tugas pemadaman.
”Setiap ada kebakaran jarang ada mamin. Kalaupun ada, itu kebijakan dari UPT masing-masing. Biasanya petugas baru dapat jika kebakaran besar di atas dua jam, berupa bungkusan nasi padang,” ungkapnya.
Kondisi tersebut tecermin saat penanganan kebakaran lapak limbah di kawasan Kalisabi yang berlangsung sejak Senin (7/9/2026). Petugas piket di lokasi sempat mengaku belum menerima pasokan makanan maupun minuman selama penanganan awal.
Pasokan konsumsi baru mendatangi lokasi pada Selasa (8/9/2026). “Hari ini kita dapat nasi padang dan air minum,” kata salah seorang anggota di lokasi kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Kota Tangerang belum memberikan keterangan tambahan terkait evaluasi serta mekanisme penyaluran logistik mamin bagi para petugas yang bersiaga di lapangan.
(Anton)