Oplus_131072
Kota Tangerang, BANTENTREN.COM — Pasca Insiden tawuran antar pelajar dari SMP Negeri 1, 2, 5 dan 13 kota Tangerang di jalan Jendral Sudirman Plyover PLN, pada Senin (13/10/2025) silam sudah mencoreng dunia pendidikan Kota Tangerang. sehinga muncul kritik mengarah pada kurangnya pembinaan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) untuk menyuarakan sosialisasi pencegahan tawuran agar hal yang serupa tidak terjadi.
Tragedi tawuran antar pelajar SMP Negeri Kota Tangerang, itu menimbukan korban luka tusuk di bagian perut berinisial RA siswa dari SMP 13 diduga akibat senjata tajam jenis celurit sepanjang 1,7 meter.
Namun hal ini menjadi pertanyaan masyarakat Kota Tangerang, terkait fungsi pembina yaitu Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan, terkesan tidak menjalankan sosialisasi pencegahan tawuran Kepada Kepala sekolah-sekolah yang dibinanya.
Aktivis Kota Tangerang, Bayu Prasetyo, dengan nada prihatin menyoroti lemahnya langkah antisipatif dari pejabat terkait.
” Sangat disayangkan aksi tawuran antar pelajar SMP negeri di Kota Tangerang kembali terulang. Kalau Kepala Bidangnya bekerja optimal, mengarahkan kepala sekolah untuk rutin memberikan pemahaman kepada anak didik tentang bahaya tawuran, saya yakin peristiwa seperti ini bisa dicegah,” ujar Bayu, Jumat (7/11/2025).
Bayu juga mendesak Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat Dinas Pendidikan, terutama Kepala Bidang SMP, yang dinilai kurang aktif dalam pembinaan karakter dan pengawasan terhadap sekolah-sekolah di bawah naungannya.
” Kami berharap Wali Kota turun tangan. Jangan sampai fungsi pembinaan di Dinas Pendidikan hanya formalitas. Kota Tangerang butuh pejabat yang benar-benar bekerja demi mencetak generasi emas, bukan sekadar duduk di balik meja,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, BANTENTREN sudah berusaha minta tanggapan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Bagio Dulah Komari, belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa ini maupun kritik yang disampaikan sejumlah pihak.
>penulis antonius
>editor Ran







