Oplus_131072
Tangerang, bantentren.com – Yayasan Galigo Institute secara resmi membantah keras kabar miring yang beredar terkait dugaan pelecehan terhadap seorang penyintas penyalahgunaan narkoba berinisial AM. Informasi yang sempat menyeret nama Ketua Yayasan tersebut dipastikan sebagai bentuk disinformasi dan miskomunikasi yang tidak memiliki dasar fakta.
Dalam keterangan resminya yang disampaikan di Kantor Galigo Institute pada Sabtu (10/1), pihak yayasan menegaskan bahwa isu tersebut merupakan kabar bohong (hoaks) yang dapat merugikan integritas lembaga rehabilitasi.
Pernyataan Tegas Lembaga
Ketua Yayasan Galigo Institute menyatakan bahwa selama ini proses pendampingan dilakukan dengan pengawasan ketat dan prosedur standar operasional (SOP) yang transparan.
“Kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar. Galigo Institute selalu menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta perlindungan hak asasi manusia dalam setiap proses pendampingan korban penyalahgunaan narkoba,” tegas Ketua Yayasan Galigo Institute.
Dampak Disinformasi
Pihak yayasan menyayangkan beredarnya isu yang tidak terverifikasi ini. Selain mencemarkan nama baik individu dan lembaga, penyebaran hoaks ini dikhawatirkan dapat mengganggu psikologis para korban lain yang sedang menjalani proses pemulihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya sebelum melakukan klarifikasi kepada pihak terkait,” tambahnya.
Komitmen Pelayanan
Meski diterpa isu negatif, Galigo Institute memastikan bahwa seluruh program rehabilitasi dan pendampingan sosial akan terus berjalan seperti biasa. Yayasan berkomitmen untuk tetap menjadi wadah yang aman dan kredibel bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan dari ketergantungan narkoba.
“Yayasan Galigo Institute tetap berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi secara transparan dan bertanggung jawab demi masa depan para penyintas,” tutupnya.



