
Lebak, BANTENTREN.COM – Aktivis sosial King Naga memberikan apresiasi tegas terhadap langkah Polres Lebak dan Kodim Lebak yang hadir langsung di Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, menyusul mencuatnya dugaan intimidasi terhadap masyarakat oleh oknum aparatur desa.
King Naga menilai, kehadiran TNI–Polri merupakan sinyal kuat bahwa negara tidak boleh kalah oleh arogansi kekuasaan di tingkat desa. Ia menyebut, praktik intimidasi terhadap warga yang berani bersuara adalah ancaman serius bagi demokrasi dan keadilan sosial.
“Ketika rakyat merasa takut di kampungnya sendiri, itu tanda ada yang salah. Maka kehadiran Polres dan Kodim Lebak adalah bentuk koreksi nyata dan keberpihakan negara kepada rakyat kecil,” ujar King Naga pada Sabtu (07/02/2026).
Menurutnya, aparat keamanan tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga memberikan perlindungan moral dan hukum bagi warga yang selama ini tertekan. Ia menegaskan, jabatan kepala desa bukanlah tameng untuk bertindak sewenang-wenang.
King Naga mendesak agar dugaan intimidasi tersebut ditangani secara serius dan terbuka agar tidak menjadi preseden buruk di desa-desa lain. Ia juga meminta masyarakat tetap berani menyampaikan kebenaran karena negara telah menunjukkan kehadirannya.
Heru Kz



