
KABUPATEN TANGERANG, bantentren.com – Gubernur Banten, Andra Soni, menghadiri Haul ke-345 Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Tangerang, Raden Aria Wangsakara, yang bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Lengkong, Kabupaten Tangerang. Peringatan ini menjadi momentum refleksi kolektif dalam menghargai jasa leluhur sebagai pondasi utama pembangunan daerah di masa kini dan masa depan.
Raden Aria Wangsakara dikenal luas sebagai sosok pejuang yang gigih melawan kolonialisme, ulama besar penyebar agama Islam, sekaligus tokoh sentral yang meletakkan dasar berdirinya Tangerang. Gelar Pahlawan Nasional yang disematkan negara menjadi bukti nyata atas besarnya kontribusi beliau bagi bangsa, khususnya bagi masyarakat Banten.
Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa penghormatan kepada para leluhur tidak boleh berhenti pada tataran seremoni semata. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan harus diaktualisasikan ke dalam kerja nyata yang menyentuh langsung kepentingan publik.
”Penghormatan terbaik kita kepada Raden Aria Wangsakara adalah dengan menerjemahkan semangat perjuangan beliau ke dalam kebijakan yang nyata. Kita harus memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan hari ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Banten,” ujar Andra Soni.
Sebagai bentuk nyata dalam melanjutkan cita-cita para leluhur untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini tengah memprioritaskan sejumlah program unggulan, di antaranya:
- Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra): Inisiatif untuk memperkuat konektivitas dan aksesibilitas wilayah perdesaan guna menggerakkan ekonomi lokal.
- Pendidikan Merata: Program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh Swasta untuk memastikan setiap anak di Banten memiliki kesempatan belajar yang sama tanpa terkendala biaya.
Gubernur menambahkan bahwa penguatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan adalah ikhtiar utama pemerintah dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik.
“Haul ini mengingatkan kita bahwa sejarah adalah kompas. Nilai-nilai masa lalu menjadi arah bagi kita untuk melangkah dalam membangun Banten yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tutupnya.



