
BANTENTREN.COM | Lebak – Wisata Goa Langir yang dikelola oleh pihak Perum Perhutani kini menjadi sorotan. Pasalnya, para pengunjung mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) di pintu masuk kawasan wisata goa langir desa Sawarna induk kecamatan Bayah kabupaten Lebak provinsi Banten. (23/03/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp10.000 per orang. Selain itu, pengunjung juga masih dibebankan biaya tambahan untuk parkir kendaraan.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan RPH Bayah, Beni, menjelaskan bahwa tarif Rp10.000 per orang tiket dari Perum perhutani tetapi dibagi dengan pihak LMDH sebagi pengelola. Sebesar Rp5.000 disetorkan kepada pihak Perhutani, sementara Rp 5.000 lainnya diperuntukkan bagi LMDH dan pengelola wisata setempat.
Beni RPH Bayah mengatakan via WhatsApp Ouh iya kalau masalah pengunjung perorang dari pihak perum perhutani, kalau tiket motor mobil itu d kelola pihak karangtaruna desa Sawarna.
Kalau tiket wisata Pulo manuk perorang Rp 10 rbu,kalau pengunjung satu motor dua orang itu Rp 20ribu untuk parkiran 5rbu jadi total 25rbu tiket masuk.demi kelancaran mobilitas ungkapnya Beni RPH Bayah.
Namun demikian, sejumlah pengunjung menilai transparansi pengelolaan tarif tersebut masih perlu diperjelas, terutama terkait dasar penetapan tarif serta rincian penggunaan dana yang dipungut dari masyarakat.
Menurut pengunjung warga kecamatan Cilograng dan pengunjung dari Jakarta mengatakan.saya tiap berwisata kesini terlalu banyak pungutan dari Muali pintu masuk dan uang parkir kendaraan maupun kebersihan padahal kenapa tidak satu pintu aja didepan biar tidak ribet,untuk bayar tiket masuk wisata.
saya rombongan kesini sepuluh orang bayar 100rbu.belum biyaya parkir 10 rbu dan bayar kebersihan 5rbu sampai 10 rbu,wisata disini terlalu mahal.harapan saya pihak pemeritah supaya melakun tindakan tegas supaya tidak banyak pungli di tempat wisata.ungkapnya.
Pengunjung goa langir berharap adanya kejelasan aturan dan pengawasan dari pihak terkait agar pengelolaan wisata dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta tidak merugikan pengunjung.
Hingga berita ini Tim media utamapos masih berupaya untuk konfirmasi kepihak pengelolaan tempat wisata goa langir.
*HKZ



