
TANGERANG, BANTENTREN.COM – Pekerjaan kontruksi sarana dan prasarana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Drum Bujana yang berlokasi di Jl. Perum Puri Permai 2, Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. 15720, menjadi sorotan dan dipertanyakan oleh masyarakat setempat. Minggu, (31/5).
Pasalnya dalam proyek pembangunan tersebut menelan anggaran yang cukup fantastis, dengan pagu anggaran Rp 75.972.000.00 yang dalam satuan kerjanya merupakan kegiatan PL Kecamatan Tigaraksa
Penelusuran awak media dilapangan menemukan kejanggalan dari bentuk fisik kegiatan hanya bentuk pengecoran lantai dengan perkiraan ukuran panjang ±35 meter dikali lebar ±6 meter dan pemasangan batu kali dibagian barat diperkirakan ukuran panjang ±6 meter dan tinggi ±1 meter.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan,” Masa iya pak anggarannya segitu, gede juga ya!”
Dan warga lain ditempat yang sama juga menambahkan “Saya kemarin ikut gotong royong pak, karena saya selalu giat dilingkungan, dan saya ga tau anggaran dari mananya karena memang tidak ada papan proyeknya, kemarin juga sempat ada dari media juga namun sama tidak bisa jelaskan kalau papan proyeknya memang tidak ada.”
Proyek ini terlihat fisik sangat minim, dengan nilai anggaran Rp.75.972.000.00 (Tujuh puluh lima juta sembilan ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) terlihat sangat besar untuk masyarakat, namun dalam konstruksi publik, pekerjaan sangat kecil.
Transparansi sangat penting, masyarakat berhak menanyakan terkait Keterangan Informasi Publik (KIP) dan transparansi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari pemerintah daerah terutama pihak kecamatan Tigaraksa.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pelaksana proyek maupun dari Dinas terkait, Masyarakat berharap dilakukan audit teknis independen serta evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan proyek.
Dengan nilai anggaran yang besar dan lokasinya di perumahan puri 2 tigaraksa tersebut, masyarakat menuntut transparansi, kualitas, dan akuntabilitas dari proyek yang jelas-jelas menggunakan uang rakyat. [MH]



