
TANGERANG, BANTENTREN.COM – Tragedi yang menimpa seorang sopir asal Lebak Rangkas Bitung hingga meninggal dunia beberapa hari yang lalu, membuat menjadi topik trending untuk menjadi pembahasan (Rabu 08/04/2026).
Kejadian tersebut sontak menuai beragam tanggapan, ada yang menilai kecelakaan tersebut adalah kelalaian PT HSB sebagai pemilik Gudang , ada juga yang menilai bahwa kecelakaan itu kelalaian pihak yang mengontrak Gudang pada PT HSB yakni PT Agriko. Ada juga yang menilai, kejadian tersebut adalah bentuk kelalaian pihak ekspedisi.
Spekulasi yang bermunculan ditengah masyarakat kian beragam, hingga menjadikannya bahan perbincangan baik di medsos maupun di warung kopi.
Awak Media yang tergabung di Pokja Jayanti pada Rabu pagi melakukan tugasnya mendatangi PT HSB (Harindra Sukses Bersama ) untuk menggali lebih jauh terkait perkembangan tindak lanjut dari beberapa pihak yang berwenang (Disnaker dan Kepolisian).
Penuturan Security PT HSB saat dikonfirmasi ikhwal kejadian dalam perusahaan PT HSB.
“Kemaren ada pihak Disnaker datang kesini , lebih lanjutnya silahkan saja hubungi Pak Endang selaku Humas di PT HSB ini, karena bagian untuk memberikan informasi lebih jauh itu adalah Humas” jelasnya
Endang S selaku Humas PT HSB saat dikonfirmasi terkait pihak Disnaker datang ke PT HSB.
” Sdh ada kunjungan dari Disnaker prov Banten, Kami dan Agrico akan dipanggil ke kantornya Disnaker, untuk K3 kedepannya” jawabnya via pesan chat WhatsApp saat dikonfirmasi.
Saat ditanya apakah kunjungan yang dilakukan oleh pihak Disnaker Provinsi Banten berupa pengecekan ?
Jawab Humas PT HSB “Ya”.
Hingga terbitnya berita ini, pihak Disnaker Provinsi Banten belum bisa di konfirmasi.
Perihal tindakan apa yang akan diambil jika memang nantinya di temukan ada kelalaian dalam penerapan SOP K3 dalam Perusahaan PT HSB. (Pokja_Jayanti)



