
Lebak, BANTENTREN.COM – Pernyataan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, yang mengaku merasa “di-prank” atas kedatangan rombongan Bupati ke rumah pribadinya memantik kritik tajam. Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, menilai peristiwa ini sebagai “tamparan keras” bagi wibawa pemerintahan daerah.
Ia menegaskan bahwa penggunaan istilah “prank” oleh pejabat publik bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencerminkan buruknya komunikasi di level elit.
“Kalau benar seorang Wakil Bupati bisa ‘diprank’, itu bukan lucu—itu memalukan! Ini pemerintahan, bukan panggung hiburan. Jangan bawa-bawa istilah receh untuk menutupi kekacauan koordinasi,” tegas King Naga dengan nada tinggi.
Sabtu (04/04/2026)
Sindiran Keras soal Tata Krama
King Naga menyindir keras pihak yang diduga membawa rombongan tanpa pemberitahuan jelas. Menurutnya, tindakan tersebut terkesan seperti “aksi nekat tanpa etika” yang mencederai tata krama birokrasi.
“Apa ini? Bupati dibawa seperti tamu tak diundang, lalu Wakil Bupati dibuat kaget di rumahnya sendiri? Ini bukan sekadar miskomunikasi, ini kacau balau! Kalau begini cara kerjanya, bagaimana rakyat mau percaya?” serangnya.
Dugaan Borok Internal
Kejadian ini dinilai membuka borok internal yang selama ini mungkin ditutup rapat. King Naga menduga adanya pola komunikasi yang tidak sehat dan minim transparansi di lingkaran kekuasaan Kabupaten Lebak.
“Jangan-jangan ini bukan kejadian pertama. Publik patut curiga—ada apa sebenarnya di balik layar? Jangan sampai rakyat cuma disuguhi drama, sementara substansi pemerintahan amburadul,” lanjutnya.
Desakan Klarifikasi
Ia mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera buka suara secara jujur dan tidak saling lempar tanggung jawab. Menurutnya, klarifikasi setengah-setengah hanya akan memperkeruh suasana.
“Jangan berlindung di balik kata ‘silaturahmi’ kalau caranya seperti ini. Silaturahmi itu ada adab, ada etika, bukan main seruduk saja. Kalau begini, wajar kalau publik menilai ini bukan silaturahmi, tapi settingan yang gagal total,” pungkasnya.
(RED)



