
Lebak, BANTENTREN.COM – Dugaan beredarnya Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di sejumlah titik Kabupaten Lebak kembali memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan Kasatgas MBG. Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, menyebut kondisi ini tidak boleh dianggap remeh atau bahkan ditutup-tutupi.
Menurut King Naga, jika pengawasan dilakukan secara ketat dan berkelanjutan, makanan yang tidak memenuhi standar seharusnya tidak sampai ke tangan penerima manfaat. Ia menyayangkan apabila Kasatgas hanya bertindak reaktif setelah kasus viral di media sosial.
“Jangan tunggu ramai dulu baru bergerak. Kalau Kasatgas lembek, SPPG nakal akan merasa aman dan terus mengulang pelanggaran,” ujarnya.
King Naga menambahkan, transparansi dan keterbukaan kepada publik sangat penting agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tidak runtuh. Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi, pengawasan, dan penilaian kinerja Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak.
HKZ



